Bantu Share dan Doanya, Beginilah Muslimah Burkini Diinterogasi Polisi Bersenjata Mengundang Kemarahan di Prancis

Bantu Share dan Doanya, Beginilah Muslimah Burkini Diinterogasi Polisi Bersenjata Mengundang Kemarahan di Prancis

Bantu Share dan Doanya, Beginilah Muslimah Burkini Diinterogasi Polisi Bersenjata Mengundang Kemarahan di Prancis
Bantu Share dan Doanya, Beginilah Muslimah Burkini Diinterogasi Polisi Bersenjata Mengundang
Kemarahan di Prancis
BULETIN ISLAMIC - Perempuan itu hanya ingin bersantai di pantai. Mengenakan pakaian renang warna hitam dipadu biru muda yang menutupi hampir seluruh tubuhnya, ia duduk di atas hamparan batu, berjemur di bawah limpahan sinar Matahari di Nice, Prancis.

Tiba-tiba, empat polisi yang dipersenjatai pistol dan pentungan mengerumuninya, meminta perempuan itu mencopot kaus lengan panjang yang dipakainya. Aparat juga mengganjarnya dengan sanksi. "...tidak mengenakan pakaian yang menghormati moral yang baik dan sekularisme," demikian tertera dalam tiket denda, seperti dikutip dari AFP. 

Perempuan itu dinggap 'melanggar hukum' karena mengenakan burkini -- pakaian renang muslimah dan kebetulan ia berada di Promenade des Anglais dekat lokasi terjadinya serangan teror truk maut pada Hari Bastille. 

Nice adalah satu dari 15 kota di Prancis yang melarang penggunaan burkini, dengan dalil merespons timbulnya kekhawatiran terhadap aksi teror yang terjadi di negara itu. 

Foto insiden tersebut lantas menyebar di media sosial, memicu kontroversi sengit antara pihak yang sepakat dan menentang tindakan itu. 

Aparat Nice mengatakan, petugas kepolisian dalam foto tersebut hanya sedang melaksanakan tugasnya. 

Wakil Walikota Nice, Christian Estrosi mengecam penyebaaran foto tersebut, yang menurutnya, menempatkan para petugas yang tertangkap lensa kamera dalam bahaya yang bisa mengancam nyawa. 
BACA JUGA: Mohon Sebarkan!!! Dokter Tanpa Kaki Telah Rawat Ribuan Pasien dengan Mengelilingi Desa-Desa
"Saya mengutuk provokasi yang tak bisa diterima ini," kata dia seperti dikutip dari CNN, Kamis (25/8/2016). 

Secara terpisah, Dewan Keyakinan Muslim Prancis (CFCM) mendesak dilakukannya pertemuan dengan pihak pemerintah untuk membahas pelarangan burkini, menyusul publikasi foto tersebut. 

"Perempuan muslim menjadi korban stigma, didenda di Cannes, dan dipaksa melepas tuniknya di Nice. CFCM mendesak diselenggarakannya pertemuan dengan (Menteri Luar Negeri) Bernard Cazeneuve," kata organisasi tersebut lewat Twitter. 

Sementara itu, sebuah organisasi setempat membantu para muslimah yang dikenakan denda di pantai-pantai di Prancis.

Marwan Muhammad, pimpinan Collective Against Islamophobia di Prancis, kepada CNN mengatakan, dari 15 orang yang mereka bantu tak ada yang mengenakan burkini. Mereka hanya mengenakan penutup kepala atau jilbab.

Secara terpisah, seorang pengusaha Aljazair juga menawarkan untuk membayar denda burkini yang dijatuhkan pada setiap perempuan muslim di Prancis. 

Aparat Nice mengakui, larangan yang mereka tegakkan tak secara spesifik 'mengharamkan' burkini. Itu yang membuat para anggota pasukan patroli pantai bebas menafsirkan dan memberlakukannya secara subjektif. 

Kejadian di pantai Nice adalah insiden kedua yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. 

Sebelumnya, seorang ibu berusia 34 tahun didenda 38 euro di pantai Cannes Selasa lalu, setelah ia didatangi tiga petugas polisi. 

Kepada BFM TV, perempuan itu mengaku petugas mengatakan, ia mengenakan pakaian yang tak pantas. Mereka meminta, ia mengenakan penutup kepalanya sebagai bandana -- jika tidak, ia dipersilakan meninggalkan pantai. Wanita itu memilih yang terakhir. Pergi. 

"Aku tak mengenakan burkini, juga tidak telanjang. Aku merasa apa yang kukenakan pantas," kata dia. 

Sejumlah orang berkerumun di sekitarnya saat insiden terjadi. Banyak yang menawarkan dukungan, segelintir lainnya meneriakinya, "Pulang!", atau "Kami tak ingin kau ada di sini." 

Korban mengaku tak bisa melupakan kata-kata bernada penghinaan itu, yang dikatakan di depan anak-anaknya. 

"Anak perempuanku menangis. Ia tak mengerti mengapa ibunya harus meninggalkan pantai. Ini kali pertamanya aku mengalami diskriminasi seperti ini di Prancis."

Sumber: www.atjehcyber.id

Dunia Geger,,, Video Sejumlah Pagoda Runtuh Akibat Gempa 6,8 SR di Myanmar

Dunia Geger,,, Video Sejumlah Pagoda Runtuh Akibat Gempa 6,8 SR di Myanmar 

Dunia Geger,,, Video Sejumlah Pagoda Runtuh Akibat Gempa 6,8 SR di Myanmar
Dunia Geger,,, Video Sejumlah Pagoda Runtuh Akibat Gempa 6,8 SR di Myanmar 
BULETIN ISLAMIC: Getaran gempa bumi 6,8 Skala Richter (SR) dirasakan kuat selama beberapa menit oleh warga Myanmar. Sejumlah pagoda di negara tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa ini. 

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa ada di lokasi berjarak 143 kilometer sebelah barat kota Meiktila dan berada di kedalaman 84 kilometer. Meiktila sendiri terletak di Myanmar bagian tengah.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/8/2016), pusat gempa ini berada di dekat Chauk, sebuah kota dekat Sungai Irrawaddy, yang berjarak beberapa ratus kilometer sebelah barat laut ibu kota Naypyidaw. Belum ada laporan korban luka maupun korban jiwa akibat gempa ini. 

Getaran gempa bumi 6,8 Skala Richter (SR) yang berpusat di Myanmar juga terasa hingga ke wilayah India. Layanan kereta setempat bahkan sempat dihentikan sementara akibat getaran gempa ini.
BACA JUGA: Bukti Kekuasaan Allah,  Bangunan yang Di Huni Seorang Penghafal Qur'an ini Masih Utuh dan Tak Dilahap Api
Seperti dilansir media lokal, The Times of India, Rabu (24/8/2016), getaran gempa yang mengguncang Myanmar, juga dirasakan di sebagian wilayah Benggala Barat, Jharkhand, Bihar dan Assam. Wilayah India berada di sebelah timur Myanmar dan dipisahkan oleh Teluk Benggala.

Layanan kereta Metro di Kalkuta, yang ada di Benggala barat, bahkan sempat dihentikan akibat getaran gempa ini. Banyak gedung perkantoran di wilayah tersebut, yang ditutup.

Baca juga: Gempa 6,8 SR Guncang Myanmar, Terasa Hingga Bangkok dan Bangladesh

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, gempa itu berpusat di lokasi berjarak 143 kilometer sebelah barat kota Meiktila. USGS menyebut, pusat gempa berada di kedalaman 84 kilometer dari permukaan laut.

Belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa di Myanmar akibat gempa bumi ini.

Getaran gempa terasa kuat hingga ke kota Yangon, kota terbesar di Myanmar dan beberapa kota lainnya. Sejumlah saksi mata menuturkan, gedung-gedung yang ada di kota Yangon terasa bergetar saat gempa melanda.

Sebelumnya dilaporkan, getaran gempa yang berpusat di Myanmar ini juga terasa di Bangkok, Thailand dan Bangladesh.

Sumber: www.atjehcyber.id

Bantu Sebarkan!!! Kesetiaan Panglima Militer Turki Jenderal Hulusi Akar, Walau Disiksa Tetap Tolak Kudeta,,,Sungguh Terharu

Bantu Sebarkan!!! Kesetiaan Panglima Militer Turki Jenderal Hulusi Akar, Walau Disiksa Tetap Tolak Kudeta,,,Sungguh Terharu

Bantu Sebarkan!!! Kesetiaan Panglima Militer Turki Jenderal Hulusi Akar, Walau Disiksa Tetap Tolak Kudeta,,,Sungguh Terharu
Bantu Sebarkan!!! Kesetiaan Panglima Militer Turki Jenderal Hulusi Akar, Walau Disiksa Tetap Tolak Kudeta,,,Sungguh Terharu
BULETIN ISLAMIC: Panglima militer Turki, Jenderal Hulusi Akar, akhirnya berhasil diselamatkan setelah ia ditawan oleh faksi militer pro-kudeta Turki selama operasi kudeta di sebuah pangkalan militer udara di ibukota Ankara, hari Sabtu (16/07/2016).

Jumat (15/7), saat operasi kudeta dilakukan, Jenderal bintang empat ini ditangkap dan disandera oleh pasukan kudeta di pangkalan angkatan udara Akinci Air Base di wilayah utara Ankara. Ditutup matanya, disiksa, diancam supaya mau menandatangani pernyataan mendukung kudeta tapi beliau menolak.

Pasca operasi penyelamatan, seperti diberitakan CNN Turk, Panglima militer Turki Jenderal Hulusi Akar beberkan kronologi penyanderaan dirinya oleh kelompok pengkudeta.
Baca juga: Bejat!!!!! Berc!nt4 Dan H4m!li Anak Sendiri Yang Berusia 10 tahun
Di depan parlemen Turki kemarin, Akar menceritakan bagaimana dirinya disandera dan lehernya diikat oleh para pengkudeta.

Seperti yang dikutip dari CNN berbahasa Turki, Akar menceritakan kronologi yang menimpa dirinya di depan dua petinggi partai oposisi di parlemen, CHP dan MHP.

Akar menceritakan, kelompok pengkudeta memaksa dirinya membacakan teks pengumuman kudeta terhadap presiden Erdogan di bawah ancaman senjata. Kelompok pengkudeta juga mengancam bahwa diri dan keluarganya akan menerima akibat jika menolak. Namun Akar menolak, para pengkudeta menjerat lehernya dengan tali dan menariknya dengan kuat, sehingga terlihat bekas biru di leher Akar.
Baca juga: Agar Semua Medo'akan, Mesjid-Mesjid Dibakar, Wanita Dip3rk0s4, Kini Afrika Tengah Telah Hilang Minoritas Muslim, Akibat Kekejaman Non Muslim
Akar menjelaskan bahwa beberapa orang kepercayaannya terlibat dalam percobaan kudeta tersebut, dan saat ini pihaknya sedang memproses orang-orang tersebut.

Akar juga menambahkan, kelompok pengkudeta sama sekali tidak memberinya makan dan minum selama 10 jam dan berkeras penyanderaan dilanjutkan sampai Akar menyetujui membacakan teks kudeta yang telah disiapkan.

Allahu Akbar Walillahil Hamd....
Bantu Sebarkan!!! Kesetiaan Panglima Militer Turki Jenderal Hulusi Akar, Walau Disiksa Tetap Tolak Kudeta,,,Sungguh Terharu
Begitulah Allah gagalkan kudeta di Turki lewat keteguhan seorang jenderal, panglima militer Turki. Akan lain cerita kalau kudeta ini didukung pimpinan tertinggi militer seperti halnya dulu kudeta atas Presiden Mursi di Mesir yang dilakukan panglima militernya, Jenderal As-Sisi.

13 tahun kepemimpinan Erdogan di Turki sudah kokoh, benteng militer bersamanya, jutaan rakyat mencintainya. Tentu ini buah dari kerja dan kinerja Erdogan selama memimpin Turki. Ekonomi meroket, kesejahteraan rakyat dan aparat meningkat.

Semoga Allah SWT selalu melindungi, menjaga, pimpinan Turki dan rakyatnya dari segala makar tipu daya para pembenci Islam.

Sumber: http://www.portalpiyungan.com/

Bantu Share Ya !!! Beginilah Tindakan Pasukan-Pasukan Israel Yang Mengubur anak-anak Palestina Hidup Hidup, Muslim Wajib Lihat

Bantu Share Ya !!! Beginilah Tindakan Pasukan-Pasukan Israel Yang Mengubur anak-anak Palestina Hidup Hidup, Muslim Wajib Baca 

Bantu Share Ya !!! Beginilah Tindakan Pasukan-Pasukan Israel Yang Mengubur anak-anak Palestina Hidup Hidup, Muslim Wajib Baca
Bantu Share Ya !!! Beginilah Tindakan Pasukan-Pasukan Israel Yang Mengubur anak-anak Palestina Hidup Hidup, Muslim Wajib Lihat
BULETIN ISLAMIC: Tidak ada yang mempunyai keraguan tentang kegiatan tiran pasukan Israel di Palestina di seluruh dunia. Mereka mulai meningkatkan itu 10-20 tahun terakhir. Dalam rekaman harian Anda dapat mempunyai contoh kegiatan tiran pasukan-pasukan Israel di mana mereka yang mengubur anak-anak Muslim hidup hidup .

tidak ada organisasi di sini untuk menutupi kegiatan tiran seperti yang yang pasukan Israel. Di sisi lain, organisasi internasional yang tepat manusia mendapatkan diaktifkan ketika mereka melihat sesuatu di negara-negara Muslim. Mereka diaktifkan ketika mereka melihat salah di Asia.

Organisasi-organisasi internasional yang terkait dengan hak asasi manusia juga tidak diaktifkan ketika mereka mempunyai kegiatan kekejam terhadap Muslim di Birma. Mereka tetap tenang dan menikmati partai mereka di Eropa dan Amerika. Mereka hanya mempunyai tanggung jawab untuk mengambil tindakan terhadap negara-negara Muslim. Mereka tidak diperbolehkan untuk mengatakan sesuatu terhadap negara-negara yang tidak Muslim.

Mereka juga diperintahkan untuk mengambil tindakan terhadap negara-negara yang tidak melibatkan kepentingan Eropa dan Amerika. Sehingga Anda bisa mengatakan organisasi internasional tidak bagi manusia mereka telah dibuat hanya untuk kepentingan mereka sendiri, bukan untuk kesejahteraan manusia.

Proses diskriminasi telah dimulai dari hari pertama ketika mereka mempunyai kekuatan tetapi setelah 9/11, mendapat keras. Mereka mulai target Muslim terutama dan tidak ingin membantu mereka dalam setiap kasus. Hal yang sama terjadi di Palestina, anak-anak yang mati sangat banyak tetapi tidak ada tanggapan dari semua organisasi yang disebut.
Baca juga:Apabila Suami Suka Menc!um Atau Menjilat ''K3malvan" Istri, Pasangan Suami Istri Wajib Baca iniDokter Tanpa Kaki Telah Rawat Ribuan Pasien dengan Mengelilingi Desa-Desa


Sumber: www.rindumadinah.com